| MEDIA CENTER KOMISI PEMILIHAN UMUM |
![]() |
Belajar dari Pileg, KPU Tidak Lakukan Tabulasi untuk PilpresRabu, 03 Juni 2009 06:40 Moksa Hutasoit - detikPemilu
Jakarta - Tak ingin mengulang kesalahan yang sama seperti pemilu legislatif (Pileg) lalu, KPU tidak akanĀ menggunakan tabulasi nasional untuk menghitung perolehan suara pada Pilpres nanti. KPU menilai tabulasi nasional membutuhkan persiapan khusus sedangkan waktu pelaksanaan Pilpres relatif terbatas. "KPU tidak akan ada hitung lagi (tabulasi). Setelah kita coba diskusikan dengan ahli itu perlu ada pembenahan dan pelatihan. Sehingga memakan waktu yang cukup banyak sedangkan waktu pilpres pendek," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary usai menyambangi gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2009). Selain waktu yang mepet, alasan KPU lainnya adalah terkait biaya. Hafiz menjelaskan, biaya yang harus dikeluarkan untuk quick count cukup mahal. "Kalau tidak salah Rp 20 miliar dan harus ada tenaga ahli di KPUD-KPUD," jelasnya. Seperti diketahui, pelaksanaan tabulasi nasional KPU pada Pileg lalu banyak menuai masalah. Mulai dari banyaknya kesalahan dalam pendataan, hingga proses perhitungan yang lambat. Perhitungan suara yang semula diharapkan akan cepat selesai ternyata lambat hingga batas akhir penetapan. Diduga keterlambatan ini dikarenakan KPUD-KPUD belum memiliki SDM yang cukup handal soal penggunaan IT. KPU Akan Kunjungi Instansi Setelah mengunjungi gedung KPK, lanjut Hafiz, KPU berencana akan menyambangi instansi lainnya. Hal itu dilakukan untuk meminta dukungan agar pelaksanaan Pilpres nanti berjalan lancar. "Kita datangi semua lembaga untuk mendukung keberhasilan Pilpres. Kita sudah ke Departemen ESDM lalu ke Kejagung, nanti akan kita keliling-keliling lagi. Supaya Pilpres ini bisa lebih baik daripada pileg," ujarnya. ( ape / nrl ) |
Jumlah Kunjungan Konten : 946171
by BAMBOEDOEA Communications KOMISI PEMILIHAN UMUM
Jl. Imam Bonjol No. 29 © 2009 Komisi Pemilihan Umum | |||||