MEDIA CENTER KOMISI PEMILIHAN UMUM
 

Ketua KPU: Fungsi Lini Dan Fungsi Staf Di KPU Harus Sinergis

Jakarta, mediacenter.kpu.go.id- “Sinergi dari Fungsi Lini dan Fungsi Staf harus selalu diupayakan agar pencapaian tujuan organisasi (KPU) dapat berlangsung secara efektif dan efisien,” demikian himbauan Ketua KPU Prof. Dr. H.A. Hafiz Anshary AZ, MA dalam pidato pelantikan Pejabat Struktural Eselon II, III, dan IV di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU pada Jumat (23/4) di Gedung KPU Imam Bonjol 29, Jakarta.

Sesuai dengan Surat Keputusan Sekretariat Jenderal KPU Nomor : 222/Kpts/Setjen/Tahun 2010, 28 orang Pejabat Struktural di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU hari ini secara resmi dilantik oleh Sekjen KPU Drs. Suripto Bambang Setyadi, M.Si. Acara pelantikan ini dihadiri oleh staf dan para pejabat KPU lainnya.

Fungsi Lini yang dimaksud adalah fungsi atau unit yang memiliki kewenangan pengambilan keputusan dan berkaitan secara langsung dengan pelaksanaan pencapaian tujuan KPU.  Fungsi ini terwujud pada Anggota (Komisioner) KPU. Sedangkan Fungsi Staf (Sekretariat KPU) merupakan fungsi atau unit yang sedikit banyak terkait secara langsung terhadap pencapaian tujuan organisasi, tapi hanya membantu pelaksanaan Fungsi Lini, yakni dengan cara memberikan saran atau pertimbangan.

Pada bagian lain Ketua KPU menekankan pentingnya pembentukan Knowledge Management System (Sistem Manajemen Pengetahuan) yang mampu memfasilitasi karyawan dalam mengembangkan kreatifitasnya.

Lebih jauh, Hafiz Anshary menyampaikan bahwa ada pelajaran yang dapat dipetik  dari penyelenggaraan Pemilu 2009 dan Pemilukada. “Sepanjang pengamatan saya, dari hasil penyelenggaraan Pemilu 2009 lalu terdapat enam permasalahan pokok yang harus kita sikapi dengan seksama, khususnya terkait dengan pemutakhiran data pemilih, pengelolaan logistik, penanganan sengketa hukum, sosialisasi Pemilu, penghitungan suara dan intregitas penyelenggara Pemilu,” ungkapnya.

Menurutnya, KPU perlu melakukan perumusan strategi peningkatan kualitas penyelenggaraan Pemilukada. Sedikitnya terdapat tujuh hal yang menonjol, yakni tidak akuratnya daftar pemilih, persyaratan calon peserta yang tidak lengkap atau tidak memenuhi persyaratan, permasalahan internal parpol dalam pengusungan calon, KPUD yang kurang transparan, dugaan money politics, pelanggaran pada masa kampanye serta penghitungan suara yang kurang akurat. “Dalam penyelenggaraan PemiluKada kita akan menitikberatkan pada 3 aspek yaitu pembelajaran politik pada rakyat, memperkuat database pemilih dan antisipasi aspek hukum/sengketa hasil Pemilukada,” lanjutnya.

Ketua KPU juga memberikan beberapa arahan kepada para Pejabat Struktural yang baru dilantik, seperti:

1.    Susun dan jabarkan program kerja yang komprehensif, dengan tetap mengacu kepada tugas dan fungsi yang saudara miliki;
2.    Pelajari berbagai ketentuan dan peraturan yang terkait dengan fungsi dan tugas saudara;
3.    Bekerjalah dengan profesional, jujur dan cermat. (oi/dd/fs/red)

 
KOMISI PEMILIHAN UMUM

Jl. Imam Bonjol No. 29
Jakarta 10310
Tlp. 021-31937223
Fax. 021-3157759

© 2009 Komisi Pemilihan Umum