MEDIA CENTER KOMISI PEMILIHAN UMUM
 

KPU Tetapkan Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres

Jakarta, mediacenter.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum  menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan pengumuman hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan dihadiri oleh pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono dan JK-Wiranto beserta tim kampanye masing-masing pasangan. Sedangkan pasangan Capres-Cawapres hanya diwakili oleh tim kampanyenya saja.

Dalam sambutannya, Hafiz Anshary mengatakan bahwa penetapan tersebut adalah amanah dari Undang-undang No. 42 tahun 2009 pasal 148. “Rekapitulasi telah dilaksanakan sebelumnya pada 22-23 Juli 2009, dan berjalan dengan lancar dan baik,” kata Hafiz.

Selanjutnya, Anggota KPU Divisi Tekhnis Andi Nurpati membacakan hasil rekapitulasi dari 33 provinsi dan 117 Panitia Pemilihan Luar Negeri, dengan hasil suara untuk pasangan Megawati-Prabowo 32.548.105 (26,79%), pasangan SBY-Boediono 73.874.562 (60,80%), dan pasangan JK-Wiranto 15.081.814 (12,41%).

Selanjutnya rekapitulasi tersebut disahkan dalam surat keputusan nomor 365/Kpts/KPU/tahun 2009 tentang penetapan hasil rekapitulasi dan pengumuman hasil pemilu presiden dan wakil presiden 2009, yang diserahkan kepada semua pasangan capres-cawapres, Bawaslu dan KPU daerah.

Pasangan nomor urut 1 (Megawati-Prabowo) menolak surat keputusan tersebut sementara dua pasangan lainnya menerima surat keputusan tersebut. Sesuai dengan Undang-undang, KPU mempersilahkan peserta pemilu yang tidak puas dengan hasil keputusan KPU mengajukan sengketa pemilu tersebut kepada Mahkamah Konstitusi.

Pada saat rekapitulasi suara pilpres hari kedua (23 Juli 2009), saksi dari pasangan nomor urut 1 (Megawati-Prabowo) dan saksi pasangan nomor urut 3 (JK-Wiranto) memang tidak menghadiri jalannya sidang. Meski sempat mengikuti sidang pleno pada hari pertama (22 Juli 2009), jalannya sidang yang sempat diskor karena protes dari pasangan nomor urut 3, tetapi tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Sejak hari pertama sidang, para saksi memang persoalkan DPT, tetapi semua hasil tetap diterima dengan baik oleh para saksi. Sedangkan pada hari kedua saksi pasangan nomor urut 3 sempat mengikuti sidang. Tapi pada saat pembacaan hasil rekapitulasi suara dari provinsi Jawa Tengah, saksi pasangan nomor urut 3 mengajukan keberatan soal DPT. Karena keberatannya tidak ditanggapi, saksi pasangan nomor 3, Chairuman Harahap tidak puas dan langsung walk out. Aksi walk out ini diikuti oleh saksi pasangan nomor urut I, Arief Wibowo yang memang sejak awal tidak masuk ruangan. Pada pukul 16.30, saksi pasangan nomor urut tiga, kembali masuk ruangan pleno. Namun, tujuannya bukan lagi mengikut rapat pleno, melainkan hanya menyampaikan nota keberatan dari pasangan nomor urut tiga. Intinya, surat tersebut meminta agar KPU tidak melanjutkan rapat rekapitulasi penghitungan suara.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menerima dengan baik nota keberatan tersebut. Namun menurutnya, keberatan-keberatan tidak bisa dijadikan alasan yang kuat bagi KPU untuk menghentikan jalannya rapat pleno. Karena itu, sesuai kesepakatan peserta, rapat pleno rekapitulasi tetap dilanjutkan, dan akhirnya ditetapkan pada 25 Juli 2009.

Sementara itu penjagaan di luar gedung KPU sangat ketat, kawat pembatas dipasang hingga menutup akses jalan di depan KPU, yaitu jalan Imam Bonjol. Setiap pengunjung yang masuk diharuskan melewati pemeriksaan yang dilakukan berlapis hingga ke pintu masuk gedung KPU. ***
 
KOMISI PEMILIHAN UMUM

Jl. Imam Bonjol No. 29
Jakarta 10310
Tlp. 021-31937223
Fax. 021-3157759

© 2009 Komisi Pemilihan Umum