MEDIA CENTER KOMISI PEMILIHAN UMUM
 

Kesalahan Spanduk Sosialisasi Karena Masalah Teknis

Spanduk
Anggota KPU Endang Sulastri dan Sri Nuryanti memperlihatkan berbagai materi sosialisasi KPU, di Media Center KPU, Jakarta (02/7)
Jakarta, mediacenter.kpu.go.id
- Adanya spanduk sosialisasi yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dinterpretasikan oleh beberapa kalangan menguntungkan calon tertentu merupakan kesalahan teknis dan sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.


“Merupakan kesalahan pokja sosialisasi dalam melakukan kontrol. Hal tersebut bukan merupakan kesengajaan yang sejak awal direncanakan. Ada kesalahan kontrol pokja sosialisasi,” ujar anggota KPU Endang Sulastri di Media Center KPU, Jakarta (02/7).

Sejak awal mengetahui adanya spanduk yang diinterpretasikan menguntungkan pasangan calon tertentu KPU langsung menarik spanduk tersebut  sebelum Bawaslu memanggil KPU untuk mengklarifikasi masalah spanduk.

KPU tidak ada maksud sama sekali membuat spanduk yang menguntungkan calon tertentu karena spanduk yang diinterpretasikan menguntungkan pasangan calon tertentu tersebut didesain sebelum pengundian nomor urut pasangan calon presiden/wakil presiden.

Menurut Endang, spanduk hanya salah satu variasi dari materi sosialisasi penandaan yang dikeluarkan KPU. KPU juga mengeluarkan materi sosialisasi berbentuk iklan layanan masyarakat, poster, leaflet, dan materi sosialisasi lainnya. Semua materi tersebut menginformasikan tata cara menandai yang benar dan tidak diinterpretasikan menguntungkan pasangan tertentu. Jenis spanduk yang dikeluarkan KPU juga terdiri dari dua jenis dan hanya satu jenis yang diinterpretasikan menguntungkan calon tertentu. Jadi, lanjut Endang, masalah spanduk murni kesalahan teknis dan sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.

Endang menegaskan, KPU menjamin bersikap netral. “KPU tidak memihak pihak mana pun, tidak memihak pasangan calon mana pun. KPU menjamin netralitas dan profesionalitasnya,” tegas Endang.

Namun, apabila ada kelompok masyarakat yang menginterpretasikan salah satu materi sosialisasi KPU menguntungkan calon tertentu, dengan rendah hati KPU meminta maaf. “Dengan rendah hati, KPU meminta maaf,” ujar Endang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Jakarta Timur Chairil Anwar juga mengklarifikasi adanya penyebaran materi sosialisasi yang dianggap menguntungkan calon tertentu di Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur oleh oknum KPPS.

“KPU Jakarta Timur sama sekali tidak pernah menginstruksikan, baik secara lisan maupun tulisan untuk menyebarkan materi sosialisasi,” ujar Chairil. KPU Jakarta Timur sudah memerintahkan menarik semua materi yang tersebar dan mempersilahkan panwaslu untuk memproses lebih lanjut masalah ini.

Baik Endang maupun Chairil mengucapkan terima kasih kepada media massa yang sangat membantu KPU dalam melaksanakan pengawasan dalam pelaksanaan sosialisasi. Dengan informasi dan pengawasan dari media massa, KPU bisa dengan cepat mengambil tindakan jika ditemukan ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai.

 
KOMISI PEMILIHAN UMUM

Jl. Imam Bonjol No. 29
Jakarta 10310
Tlp. 021-31937223
Fax. 021-3157759

© 2009 Komisi Pemilihan Umum