MEDIA CENTER KOMISI PEMILIHAN UMUM
 

Pemilu Dalam Pemilihan Ketua OSIS: Sosialisasi Pemilih Pemula Kota Semarang

foto_smrg_3
Anggota KPU Endang Sulastri Dalam Workshop Sosialisasi Pendidikan Demokrasi Untuk Pemilih Pemula di  Kota Semarang.  Ia Berharap, Anak-Anak Indonesia Mempunyai Cita-Cita Untuk Menjadi Anggota KPU. (foto: dd/hupmas)
Jakarta, mediacenter.kpu.go.id-
Selama dua hari (13-14 Juni 2011), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar workshop mengenai Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pemilu dan Pemilukada di Gedung Balaikota Semarang, Jalan Pemuda Nomor 148, Semarang, Jawa Tengah.

Peserta workshop pada hari pertama adalah para guru mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dari seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Kota Semarang. Sedangkan pada hari kedua, pesertanya adalah para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari SMA, SMK, dan MA se-Kota Semarang, dimana masing-masing sekolah mengirimkan dua orang pengurus OSIS-nya. Di Kota Semarang sendiri terdapat 150 SMA, SMK, dan MA.

Workshop menghadirkan Walikota Semarang, Drs. H. Soemarmo HS, M.Si dan Anggota KPU-RI, Dra. Endang Sulastri, M.Si, sebagai nara sumber.

Menurut Ketua KPU Kota Semarang, Mohamad Hakim Junaidi, workshop tersebut ditujukan sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilukada. ”Dengan kegiatan semacam ini, KPU Kota Semarang berupaya untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat, baik dalam Pemilu maupun Pemilukada. Target kami adalah pemilih pemula,” terang Hakim.

Menurut Endang Sulastri, pemilih pemula memiliki potensi besar untuk menjadi calon pemimpin di masa mendatang, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal itu penting untuk menciptakan budaya demokrasi sejak dari awal, agar tercipta kultur demokrasi yang egaliter, saling menghargai pendapat, dalam kerangka kesetaraan. “Oleh karena itu, pendidikan pemilih (voter education) bagi pemilih pemula, yang jumlahnya mencapai 30% di Indonesia menjadi sebuah keniscayaan,” tutur Anggota KPU yang membidangi Divisi Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat itu.

Sementara itu, Walikota Semarang, Soemarmo, memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap workshop .”Saya mendukung sepenuhnya apabila workshop ini dapat ditindaklanjuti dengan penerapan  penyelenggaraan Pemilu dalam kegiatan atau kurikulum di sekolah, salah satunya dalam proses pemilihan pengurus OSIS,” ujarnya.


Antusias
Antusiasme dari peserta sangat terasa pada workshop hari kedua, dimana para pengurus OSIS dari SMA, SMK, dan MA yang ada di Kota Semarang, hampir seluruhnya hadir. Dalam sesi dialog, beberapa peserta mengajukan pertanyaan yang “mendalam” terkait penyelenggaraan Pemilu dan demokrasi di Indonesia.

Salah satu contohnya, seorang peserta menanyakan, bagaimana KPU menanggulangi terjadinya money politic dalam penyelenggaraan Pemilu, dan bagaimana menjaga independensi KPU? Terhadap pertanyaan itu, Endang memberi jawaban, KPU selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan, dan untuk pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara, itu ada mekanismenya. “Kalau untuk pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara, itu ada DK KPU (Dewan Kehormatan KPU), tetapi kalau untuk pelanggaran yang sifatnya pidana, ya kita serahkan pada hukum (pengadilan),” jawab Endang.

Selain menjelaskan tentang beberapa hal terkait Pemilu, seperti organisasi kelembagaan Pemilu, pentingnya Pemilu, peran pemilih pemula, memilih dengan cerdas, syarat-syarat menjadi pemilih, serta tahapan-tahapan dalam Pemilu, Endang Sulastri juga menekankan pentingnya “resources of power” untuk menjadi seorang pemimpin. “Ada faktor ekonomi, moral dan kharisma yang merupakan modal untuk jadi seorang pemimpin. Orang yang miskin dan bodoh akan sulit untuk jadi pemimpin. Untuk itulah, kalian harus dapat meng-explor potensi dan kemampuan yang dimiliki dengan maksimal,” pesannya.

Endang mengharapkan, di masa mendatang anak-anak Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi Anggota KPU. “Saya berharap, ada di antara saudara-saudara yang memiliki cita-cita untuk menjadi anggota KPU. Karena, menjadi Anggota KPU adalah sesuatu yang mulia,” anjurnya kepada seluruh peserta yang hadir.


Pemilu Dalam Pemilihan Ketua OSIS
Workshop “Sosialisasi  Pendidikan Demokrasi untuk Pemilih Pemula” selama dua hari itu merupakan langkah dari KPU Kota Semarang untuk menerapkan pendidikan demokrasi dan kepemiluan (termasuk KPU) kepada pemilih pemula, dalam hal ini siswa SMA, SMK, dan MA.

Sebagai tindaklanjutnya, KPU Kota Semarang berencana untuk memasukkan pendidikan demokrasi dan kepemiluan tersebut ke dalam mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) di setiap sekolah. “Rencananya, pendidikan demokrasi dan kepemiluan akan diselipkan dalam mata pelajaran PKn. Semua pihak, termasuk Pak Wali (Walikota Semarang), Diknas (Kementerian Pendidikan Nasional) dan Depag (Kementerian Agama) setempat, serta pihak sekolah sudah setuju. Kami sudah membahas hal itu,” tutur Drs. Sugiarto, Kepala Sub Bagian Program dan Data KPU Kota Semarang.

Dalam waktu dekat ini, pendidikan demokrasi dan kepemiluan itu akan diterapkan dalam proses pemilihan Ketua OSIS di masing-masing sekolah. “Pihak sekolah sangat merespons niatan ini. Siswa belajar menyelenggarakan Pemilu secara langsung dalam pemilihan Ketua OSIS-nya,” tambah Sugiarto. (dd)
 
KOMISI PEMILIHAN UMUM

Jl. Imam Bonjol No. 29
Jakarta 10310
Tlp. 021-31937223
Fax. 021-3157759

© 2009 Komisi Pemilihan Umum